Minggu, 06 Oktober 2013

JUDUL:PENERAPAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI PURUMNAS KECAMATAN TEMBILAHAAN BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HILIR


JUDUL:PENERAPAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  DALAM KELUARGA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI PURUMNAS KECAMATAN      TEMBILAHAAN BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

A. Latar Belakang Masalah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik”.[1]
Merumuskan pengertian Pendidikan Agama Islam secara mendalam memang kompleks, sebab dapat dipandang dari berbagai bentuk, aspek, unsur, dipandang dari setiap disiplin ilmu, dasar falsafahnya, tetapsi tidak merisaukan, yang terpenting adalah makna pengertian pendidikan agama Islam.[2]
Pendidikan sebagai ilmu terarah tentunya bagaimana melaksanakan pada proses pelaksanaan pendidikan agama Islam itu sendiri yang didalamnya terkandung unsur-unsur nilai pendidikan Islam khususnya pada keluarga pegawai negeri sipil.
Pendidikan agama Islam adalah:
“usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan dengan memperhatikan tuntunan untuk menghormati agam lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam measyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional”.[3]

Dari pengertian tersebut dapat ditemukan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelejaran pendidikan agama Islam,diantaranya:
1.  Pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar, yakni suatu kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan yang dilakukan secara terencana dan sadar atas tujuan yang hendak dicapai.
2.  Peserta didik yang hendak disiapkan untuk mencapai tujuan dalam arti ada yang dibimbing, diajak dan dilatih dalam meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran agama Islam.
3.  Orang tua atau guru pendidik yang telah melakukan bimbingan, pengajaran dan latihan secara sadar terhadap peserta didiknya untuk mencapai tujuan pendidikan agam Islam.
       Usaha pembelajaran pendidikan agama Islam dirumah diharapkan kepada orang tua agar mampu membentuk kesalehan pribadi dan sekaligus kesalehan sosialsehingga pendidikan agama Islam diharapkan jangan sampail; (1) menumbuhkan semangat funalisme, (2) Menumbuhkan sikap intoleran dikalangan peserta didik masyarakat Indonesia, dan (3) memperlemah kerukunan hidup beragama serta persatuan dan kesatuan nasional.
       Berbicara tentang pendidikan agama Islam di Sekolah salah satu kesimpulan penting ialah bahwa kunci keberhasilan pendidikan agama Islam di Sekolah bukan terutama tentang pada metode pendidikan agama yang digunakan dan penguasaan bahan, Kunci pendidikan agama di Sekolah sebenarnya terletak pada pendidikan agama dalam rumah tangga. Inti pendidikan dalam rumah tangga adalah hormat pada Tuhan, hormat kepada orang tua dan hormat kepada guru.[4]
       Menurut Heri Jauhari Muchtar, “Memperlakukan anak dengan kasih sayang dan bijaksana adalah suatu sikap dan perilaku yang harus dilakukan orang tua terhadap anak-anaknya. Dengan kasih sayanglah akan tumbuh-tumbuh tunas harapan yang didambakan, sebagaimana kita merawat tanaman dengan penuh perhatian dan kasih sayangnya akan tumbuhlah tanaman yang subur dan berbunga serta berbuah dengan baik.[5]
       Di samping itu Keluarga juga mempunyai  peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat  Islam  maupun  non-Islam. Karerena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak  yang  pertama  di  mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masa yang amat  penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama  dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya.
Dari sini, keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat. Karena keluarga merupakan batu pondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan personil-personilnya.
Dengan demikian secara umum, pendidikan agama Islam bertujuan untuk meningkatkan mutu serta keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamatan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Berdasarkan pengamatan awal penulis menemukan hal-hal sebagai berikut:
1.          masih ada orang tua yang kurang mengerti tentang  pendidikan agama Islam.
2.          Orang tua belum optimal mengkoordinir anaknya tentang pemahaman pendidikan agama Islam serta ajaran-ajarannya.
3.          orang tua kurang mengevaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan agama Islam yang dilakukan oleh anaknya ketika di rumah.
Berdasarkan dari latar belakang diatas, maka penulis ingin melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul:
PENERAPAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI PURUMNAS KECAMATAN TEMBILAHAN BARAT KABUPATEN INDRAGIRI HILIR.
B.Rumusan Masalah
Dari permasalahan yang sudah dipaparkan dan dibatasi berikut ini penulis akan merumuskan permasalahan tersebut supaya lebih jelas.
1.  Bagaimanakah Penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pegawai negeri sipil di purumnas kecamatan tembilahan barat indragiri hilir.
C.Metodologi Penelitian
a.  Tempat Penelitian
          Penelitian ini dilakuk di purumnas kecamatan tembilahan barat kabupaten indragiri hilir .
b.  Populasi Dan Sampel
Populasi: yang digunakan dalam penelitian ini adalah warga di purumnas kecamatan tembilahan barat kabupaten indragiri hilir yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sedangkan sampel: yang diambil dari beberapa populasi yang ada yakni hanya diambil 3 orangtua yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil.
c.  Subjek Dan Objek Penelitian
1.  Subjek Penelitian
   Subjek penelitian adalah keluarga (PNS di purumnas kecamatan tembilahan barat idragiri hilir
2.  Objek Penelitian
   Sedangkan objek nya ialah penerapan orang tua terhadap pendidikan agama islam di dalam keluaraga(PNS) dipurumnas kecamatan tembilahan barat indragiri hilir.
d.  Teknik Pengumpulan Data
     Data-data hasil penelitian dikumpulkan dengan teknik sebagai berikut:
1. Observasi
    Observasi adalah pengumpulan data melalui pengamatan secara langsung terhadap subjek yang diteliti yakni keluarga pegawai negeri.
2. angket(kuisioner)
       Angket adalah lembar pertanyaan yang di lakukan peneliti kepada anak pegawai negeri sipil berupa pertanyaan dalam bentuk tes,untuk mendapatkan informasi-informasi ataupun keterangan.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya









DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid dan Dian Andayani, (2006). Pendidikan AgamaIslam Berbasis Kompetensi, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Ahmad Tafsir, (2008). Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Edi Suresman, dkk, (2006), Pendidikan Agama Islam, Bandung; UPI Press.
Heri Jauhari Muchtar,(2008), Fiqih Pendidikan, Bandung; PT. Remaja RosdakaryaOffset.
Muhaimin dkk, (2001), Paradigma Pendidikan Islam. (Bandung; pt. Remaja Rosdakarya.
M. Ngalim Purwanto, (2007) Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung;PT Remaja Rosdakarya Offset,
Tim penyusun kamus besar bahasa,2002,kamus besar Bahasa indonesia,(Jakarta;Balai Pustaka)


1Tim penyusun kamus besar bahasa indonesia,2002,kamus besar bahasa indonesia,(jakarta;Balai Pustaka).
[2]Prof. Dr. Waini Rasyidin, MED, Dkk, Landasan Pendidikan, (Bandung; 2007), hlm. 4
[3]Drs. Muhaimin M.A dkk, Paradigma Pendidikan Islam. (Bandung; pt. Remaja Rosdakarya, 2001). Hlm. 75-76.
[4]Dr. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, (Bandung; PT. Remaja Rosdakarya, 2008), hlm. 158.
[5]Drs. Heri Jauhari Muchtar, Fikih Pendidikan, (Bandung; PT. Remaja RosdakaryaOffset, 2008), hlm. 96-97.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar