Minggu, 06 Oktober 2013


SUSUNAN KELOMPOK MATA KULIAH APLIKASI MULTIMEDIA LOKAL B SEMESTER V.


No

Sif Pertama
Sif kedua
1
Ardiansyah
Aminuddin
2
Hamsiah
Rita kencana
3
Maisari
Rita Herlinda
4
yusma
Siti Nurhayati
5
Riki kurniawati
Maryana
6
Ria Irawan
Sahroni
7
Hendra
Surpenaka
8
Evaliani
Nurdin
9
Topik Setiawan
M.Iqbal
10
Mu’aiqin
Maya Sari
11
Siti Rahmah
Abdul Hamid
12
Sukmawati
Susilawati
13
Ani Kamsuryani
Winda Massari
14
Kurniasari
Sepna Sari
15
Sahril
Iza Zuzana
16
Nurfhadila
Syahrudin
17
Darwin
Nurlela

Kamis, 26 September 2013

MAKALAH FIQIH TENTANG (THOHARAH) ) BERSUCI

MAKALAH FIQIH TENTANG (THOHARAH) ) BERSUCI
 BAB I
 PENDAHULUAN
 1.1 Latar Belakang Masalah
 Ibadah merupakan suatu kewajiban bagi umat manusia terhadap Tuhannya dan dengan ibadah manusia akan mendapat ketenangan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti. Bentuk dan jenis ibadah sangat bermacam – macam, seperti Sholat puasa, naik haji, jihad, membaca Al-Qur'an, dan lainnya. Dan setiap ibadah memiliki syarat – syarat untuk dapat melakukannya, dan ada pula yang tidak memiliki syarat mutlak untuk melakukannya. Diantara ibadah yang memiliki syarat – syarat diantaranya haji, yang memiliki syarat–syarat, yaitu mampu dalam biaya perjalannya, baligh, berakal, dan sebagainya. Dan contoh lain jika kita akan melakukan ibadah sholat maka syarat untuk melakukan ibadah tersebut ialah kita wajib terbebas dari segala najis maupun dari hadats, baik hadats besar maupun hadats kecil.
 Kualitas pahala ibadah juga dipermasalah jika kebersihan dan kesucian diri seseorang dari hadats maupun najis belum sempurna. Maka ibadah tersebut tidak akan diterima. Ini berarti bahwa kebersihan dan kesucian dari najis maupun hadats merupakan keharusan bagi setiap manusia yang akan melakukan ibadah, terutama sholat, membaca Al-Qur'an, naik haji, dan lain sebaginya.

 1.2 Identifikasi Masalah
 Hubungan ibadah dengan ilmu fiqih sangatlah erat karena dengan ilmu fiqih kualitas ibadah dapat tercapai dengan baik. Dan dengan ilmu fiqih dapat dipelajari bagaimana tata cara membersihkan diri dari najis dan hadats.

 1.3 Pembatasan Masalah
 Dari latar belakang masalah di atas, agar pembahasan tidak meluas maka penulis akan membahasa mengenai mandi yang merupakan cara bersuci dari hadats

 1.4 Perumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang masalah dan pembatasan masalah di atas maka dapat dirumus beberapa masalah diantaranya ialah bagaimana pengertian mandi, bagaimana rukun mandi, macam – macam mandi, dan hikmah dari mandi.

 BAB II
 MANDI MERUPAKAN CARA BERSUCI DARI HADATS
 2.1 Pengertian
 Mandi (ghust), merupakan syara, ialah meratakan air pada seluruh badan untuk thaharah dari pada hadats anusath dan hadats akbar. Sedangkan bersuci dari hadats ialah membersihkan pakaian, tempat atau benda-benda lain dari suatu keadaan yang merusak thaharah, seperti keluarnya sesuatu dari dua lubang (dubur dan qubul).

 2.2 Rukun Mandi
 Rukun mandi wajib ada dua yaitu niat dan meratakan air keseluruh tubuh. Sedangkan sunnahnya ada lima yaitu:
 1. Membaca basmalah pada saat mulai mandi
 2. Berwudu sebelum mandi
 3. Menggosok-gosokan badan dengan tangan ke seluruh tubuh
 4. Menahulukan anggota badan yang kanan dari pada yang kiri
 5. Berturut-turut dan tertib

 2.3 Macam – Macam Mandi
 Berdasarkan pengertian mandi diatas, maka mandi dapat terbagi atas :
 a. Mandi wajib
 Mandi wajib dilakukan dengan cara menyiram seluruh anggota badan, dimulai dari bagian atas kepala sampai keujung kaki dengan memakai air bersih.
 Adapun sebab-sebab yang mewajibkan mandi yaitu :
 1. Karena berkumpulnya suami istri, baik mengeluarkan air mani atau tidak. Sabda Rasulullah saw :
 Artinya :
 Rasulullah saw bersabda :”Apabila bertemu dua khitan, maka sesungguhnya telah diwajibkan mandi meskipun tidak keluar mani” (H.R muslim).
 2. Karena keluar mani, baik disebabkan oleh mimpi atau sebab-sebab lainnya
 3. Karena meninggal dunia (mati)
 Sabda Rasulullah SAW:
 Artinya:
 Dari Ibnu Abas, Rasulullah SAW telah bersabda tentang orang mati karena terlontar oleh untanya, ka beliau: “mandikanlah dia olehmu dengan air dan bidara”. (H.R Bukhari dan Muslim)

 4. Karena datang bulan (haid)
 5. Karena nifas, yaitu keluar darah ketika melahirkan

 b. Mandi Sunnat
 Disamping mandi wajib sebagaimana dijelaskan di atas, ada pula mandi sunnat yaitu mandi yang di sunatkan karena sebab-sebab tertentu. Sebab-sebab tersebut adalah sebagai berikut :
 1. Akan mengerjakan shalat jum’at
 2. Akan melaksanakan shalat idul fitri atau idul adha
 3. Orang gila yang sembuh dari gilanya
 4. Akan melaksanakan ihram baik untuk haji maupun untuk umrah
 5. Selesai memandikan jenazah
 6. Orang kafir yang baru masuk Islam

 2.4 Hikmah Mandi
 Mandi merupakan salah satu cara bersuci dalam rangkaian ibadah yang secara umum mengandung hikmah bagi manusia sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 6 yaitu:
 Artinya :
 “Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatnya bagimu, supaya bersyukur”.

 Adapun hikmahnya yaitu :
 1. Dapat menetralisasi pengaruh kejiwaan yang ditimbulkan akibat pergaulan seksual.
 2. Dapat memulihkan kekuatan dan kesegaran , dan membersihkan kotoran.
 3. Menambah kekhusyuan dalam beribadah
 4. Dapat memulihkan kesadaran, kesegaran dan ketenangan pikiran

 BAB III
 KESIMPULAN
 Bersuci merupakan persyaratan dari beberapa macam ibadah, karena itu bersuci memperoleh tempat yang utama dalam ajaran Islam. Berbagai aturan dan hukum ditetapkan oleh syara dengan maksud antara lain agar manusia menjadi suci dan bersih baik lahir maupun batin.
 Kesucian dan kebersihan lahir dan batin merupakan pangkal keindahan dan kesehatan. Oleh karena itu hubungan kesucian dan kebersihan dengan keindahan dan kesehatan erat sekali. Pokok dari ajaran ilam tentang pengaturan hidup bersih, suci dan sehat bertujuan agar setiap muslim dapat melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai khalifah di muka bumi.
 Kebersihan dan kesucian lahir dan batin merupakan hal yang utama dan terpuji dalam ajaran Islam, karena dengan kesucian an kebersihan dapat meningkatkan derajat harkat dan martabat manusia di hadirat Allah SWT

Kamis, 25 April 2013

CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
STERATEGI PEMBELAJARAN
Disusun
                                    NAMA                       :Marhamah
                                    NIM                          :1209 11 06357
                                    SEMESTER/LOKAL :IV (Empat) /C
                                    PRODI                       :PAI
DOSEN PENGAMPU
HELMI D.S.Pd.M.Pd
Sekolah  Tinggi Agama Islam (STAI)
Auliaurrasyidin
Tembilahan
2013


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Nama sekolah       :SDN 01 Tembilahan
Mata Pelajaran     :ilmu pengetahuan alam
Kelas/Semester     :II/I
Alokasi Waktu      :1X10 Menit
Pertemuan          :Ke 1
 I.     Standar Kompetensi :Mengenal alat panca indera
                     manusia
II.    Kompetensi Dasar   :Menyebutkan alat panca indera
                     manusia
III.  Indikator          
·         Menyebutkan alat panca indera manusia beserta fungsinya.
IV.Tujuan Pembelajaran
·         Siswa mampu menyebutkan alat panca indera manusia beserta fungsinya.
V.Materi Ajar      :alat panca indera manusia
VI.Metode Pembelajaran
·         Tanya Jawab
·         demonstrasi
VII.Langkah – Langkah pembelajaran
a. Kegiatan Awal
·         Guru mengucapkan salam dan siswa menjawab salam
·         Guru dan siswa memulai pelajaran dengan membacakan Basmalah
·         Absensi
·         Guru menanyakan kesiapan siswa untuk belajar.


b. Kegiatan Inti
1. Eksplorasi
·         Guru menanyakan kepada siswa apakah sudah ada yang tau apa – apa saja alat panca indera pada manusia.

2. Elaborasi
·         Guru menyebutkan alat panca indera pada manusia beserta fungsinya.
³  Mata fungsinya untuk melihat
³  Telinga fungsinya untuk mendengar
³  Hidung fungsinya untuk mencium bau
³  Lidah funfsinya untuk mengecap rasa
³  Kulit fungsinya untuk meraba.
·         Guru meminta salah satu atau beberapa orang siswa untuk mengulang kembali mengenai penjelasan materi secara umum saja.
·         Guru meminta beberapa orang siswa untuk mencocok gambar yang berhubungan dengan alat panca indera pada manusia di depan kelas.

3. Komfirmasi.
Memberikan pujian/penguatan terhadap siswa yang menyebutkan kembali dan yang maju mencocokkan gambar dengan kata “bagus atau pintar”.

c. Kegiatan Akhir
·         Guru menyimpulkan materi
·         Guru dan siswa sama – sama menutup pelajaran dengan membacakan Hamdalah
·         Guru mengucap salam dan siswa menjawab salam.

VIII.Sumber Dan Alat Belajar
·         Buku paket IPA Kelas II/IPapan tulis
·         Spidol
·         Media

IX.Penilaian
·         Teknik penilaian      :Tes Tertulis
·         Instrumen penilaian   :objektif
  Soal:
 1.ada berapa alat panca indera manusia ?
   a. dua  b.tiga  c.empat d.lima
 2.Apa fungsi dari mata :
   a.melihat  b.mendengar  c.meraba.  d.mencium
      Jawaban :
  1. d.lima
  2. a.melihat



Mengetahui




   Dosen Pengampu                                                              Mahasiswa
HELMI D.S.Pd.M.Pd                  MARHAMAH